Kepada Yth. Bapak / Ibu /Saudara/i
Nama Tamu
“Kita adalah dua orang yang sepakat menyamakan tujuan, dua orang yang sepakat saling membahagiakan, meski sesekali ada pertengkaran atau hal-hal menyedihkan, kita tetaplah dua yang memilih menjadi satu”
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Tanpa mengurangi rasa hormat. Kami mengundang Bapak/Ibu/Saudara/i serta Kerabat sekalian untuk menghadiri acara pernikahan kami:
Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, semua tersusun rapi oleh sang maha kuasa. Kami tidak bisa memilih kepada siapa akan jatuh cinta. Dulu kami sempat menjalin hubungan kemudian kami asing karena harus mengejar pendidikan. Singkat cerita setelah menyelesaikan kuliah S1, kami kembali komunikasi untuk mengikuti Brevet Pajak sekitar tahun 2022.
Hari-hari pun bergulir, dari sekedar sapa berubah menjadi percakapan yang penuh tawa. Dari percakapan tumbuh perhatian kecil yang diam-diam disimpan dalam hati. Pada akhirnya komunikasi kembali terjalin dan kami berkomitmen untuk membawa hubungan ini ke jenjang yang serius
Setelah saling menguatkan selama beberapa tahun, kami memutuskan untuk lamaran pada tanggal 3 Agustus 2025. Momen lamaran berlangsung sederhana, disaksikan oleh keluarga besar, penuh makna dan kehangatan. Restu kedua keluarga sebagai langkah awal kami menuju ke hubungan yang halal dan penuh berkah
Kita dipertemukan bukan karena kebetulan, tapi karena semesta merestui doa-doa yang kita panjatkan diam-diam. Sejak saat itu ,aku tahu kamu adalah bagian dari takdir yang telah lama kucari. Hari ini, kita akan menulis bab baru,kisah cinta yang tak lagi sekedar mimpi, tapi nyata dalam ikatan suci pernikahan.
Kami sekeluarga tidak menerima sumbangan berupa apapun.